Berikut adalah beberapa tahapan upacara adat Lampung
1). Upacara masa kehamilan
Padamasa kehamilan biasanya masyarakat melakukan sebuah upacara, upacara ini biasnya ditandai dengan upacara adat seperti kuruk limau atau mitu bulan, upacara mitu bulan dilakukan ketika usia kehemilan berumur tujuh bulan.
2). Upacara Kelahiran
Upacara ini biasanya dilakukan saat bayi benusia satu bulan (upacara setebusan), upacara pencukuran ramput bayi pada saat bayi berusia dua bulan (becukor), setelah dua upacara tersebut masih ada upacara lagi yaitu upacara turun tanah ketika bayi berusia tiga bulan dan upacara mahau manuk. Mahau manuk adalah upacara yang dilakukan setelah bayi makan air kental dari tanakan nasi (wayasuy) berganti dengan makan nasi bubur
3). Upacara masa kanak-kanak
Biasanya pada masa ini orang Lampung melakukan upacara yang disebut dengan upacara baserak atau biasanya juga disebut dengan nyerak, Upacara nyerak atau baserak adalah upacara melubangi daun telinga saat seorang anak perempuan berumur lima tahun. Upacara ini tidak hanya dilakukan oleh anak perempuan saja namun anak laki-laki juga akan melakukan upacara nyerak atau baserak, jika anak perempuan pada saat berumur lima tahun melakukan melubangi daun telinga sedangkan anak laki-laki berumur tujuh tahun atau saat anak laki-laki tersebut akan memasuku dunia sekolah maka akan melakukan khitan atau bisa juga disebut dengan nyunat.
4). Upacara masa perkawinan
Upacara masa perkawinan ini dilakukan pada saat masyarakat Lampung akan melakukan sebuah pernikahan. Pada masyarakat Pepadun upacara ini biasanya disebut dengan hibalbatin, sedangkan menurut masyarakat Peminggir upacara ini biasanya disebut dengan perkawinan adata dasar atau bisa juga disebut dengan rebah diah.
5). Upacara masa kematian
Pasa masa ini biasanya masyarakat Lampung pasti melakukan upacara menurut budanya nya masing-masing, Setelah jenazah sudah dimakamkan sesuai dengan syariaat agama islam biasnya setelah itu akan melakukan tahlilan, niga hari, ngempat puluh, nyegatus dan nyeribu.
Upacara yang berhubungan dengan kepercayaan dan peristiwa alam memiliki banyak jumlahnya, setiap masyarakat lampung pasti memiliki upacara yang berbeda. Upacara-upacara adat ini antara lain ngelepaskon niat, nyecung,bujenong jaru marga dan ngerujak ngelimau.
Ngengelaskon niat adalah upacara yang telah dilakukan oleh seorang atau setelah keinginan mereka telah tercapai.
Nyecung adalah upacara memasang kerangka rumah.
Ngerujak-ngelimau adalah upacara makan rujak dan membersihkan rambut, upacara ini biasanya dilakukan oleh masyarakat muslim ketika menjelang bualn ramadhan.
Bujenong jaru marga adalah upacaranya pengukuhan kepala marga baru yang telah dipilih terun-temurun.
Di indonesia memang mempunyai banyak adat istiadat, setiap adat istiadatnya pasti mempunyai upacara masing-masing, seperti upacara Lampung ini.
Namun seiringnya perkembangan jaman upacara ini sudah mulai luntur dan sudah sekali jarang dilakukan oleh masyarakat di Indonesia.
Masih ada yang melakukan upacara tersebut namun tidak banyak juga yang menggunakan upacara adat ini lagi.
Selain Indonesia mempunyai adat istiadat yang beragam indonesia juga mempunyai banyak agama dan kepercayaan.
Itulah tadi bebrapa penjelasan yang mengenai tentang "upacara adat Lampung"
Hubungi : 0822 – 9914 – 4728 (Rizky)
BalasHapusMenikah adalah tujuan dan impian Semua orang, Melalui HIS Graha Elnusa Wedding Package , anda bisa mendapatkan paket lengkap mulai dari fasilitas gedung full ac, full carpet, dan lampu chandeliar yg cantik, catering dengan vendor yang berpengalaman, dekorasi, rias busana, musik entertainment, dan photoghraphy serta videography.
Kenyaman dan kemewahan yang anda dapat adalah tujuan utama kami.